Negara kita lagi di rundung banyak masalah
salah satunya adalah korup dan nepotisme
Berita yang masih hangat yaitu masalah korupsi
ketua MK, mahkamah konstitusi adalah lembaga tinggi negara dalam
sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan pemegang kekuasaan kehakiman bersama-sama
dengan Mahkamah Agung. Dan gajinya
pun tidak bisa di bilang sedikit 40 juta perbulan 10x lipat dari gaji buruh di indonesia
Dan sekandal kasus dinasti gubernur banten yang
melibatkan anggota keluarga sebagai punggawa – punggawa propinsi Hari
Ulang Tahun ke-13 Provinsi Banten yang jatuh pada 4 Oktober 2013 ini mendapat
kado tidak enak. Sang Gubernur, Ratu Atut Chosiyah dicegah tangkal (cekal) oleh
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus Pilkada Lebak, Banten. Akankah
KPK menyasar berbagai tudingan yang selama ini mengarah kepada penguasa Banten
dua periode itu?
Peringatan
bersejarah provinsi Banten tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Sidang
Paripurna Istimewa DPDR Provinsi Banten, Jumat (4/10/2013) dalam rangka
peringatan hari ulang tahun Banten tidak dihadiri pucuk pimpinan Provinsi
Banten. Hanya Wakil Gubenrur Rano Karno yang hadir dalam acara penting
tersebut. Ketidakhadiran Atut, disebutkan Rano karena kondisi tubuhnya tidak
fit.
Entahlah,
ketidakhadiran Atut dalam momen penting provinsi Banten ada kaitannya dengan
kasus yang menjerat adiknya Tubagus Chaeri Wardhana yang telah ditetapkan
sebagai tersangka dalam kasus suap pilkada Lebak, Banten.
Calon
Bupati Lebak, Banten, Iti Octavia Jayabaya mengatakan, ditetapkannya tersangka
Tubagus Chaeri Wardana dalam kasus suap Pilkada Lebak diharapkan dapat membuka
kotak pandora terhadap persoalan yang terjadi di Banten. "Kita berharap
KPK bersikap tegas, kasus Lebak menjadi entry point," Banten selama ini dikenal sebagai
daerah kebal hukum. Aspirasi masyarakat dan mahasiswa terkait persoalan Banten
seperti persoalan berbagai proyek, kata Iti, telah banyak dilaporkan namun
menguap begitu saja. "Semoga ini awal mula kebangkitan Banten," tegas
bekas aktivis HMI ini.
Sementara
terpisah, Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi
Anggaran (Fitra) Uchok Sky Khadafi berharap KPK masuk dalam penyelidikan dana
bansos dan hibah Pemda Provinsi Banten 2010-2011. "Pada 2010, realisasi
dana bansos sebesar Rp51,4 miliar dari pagu anggaran yang disediakan sebesar
Rp51,5 miliar. Sedangkan dana Hibah pada 2010, realisasi anggaran sebesar
Rp92.4 miliar dari pagu anggaran yang disediakan Rp99,1 miliar," ujar
Uchok
Sedangkan
di 2011, tambah Uchok, realisasi dana bansos sebesar Rp78,2 miliar dari pagu
anggaran yang disediakan Rp78,5 miliar. Sedangkan dana Hibah pada 2011
realisasi sebesar Rp349,7 miliar dari pagu anggaran yang disediakan Rp360,1
miliar.
Uchok
menyebutkan, dana bansos dan hibah provinsi Banten tersebut menggunakan modus
di antaranya tidak ada kriteria yang jelas siapa penerima dana sehingga banyak
kebocoran dalam realisasinya. "Banyak penerima dana bansos tidak berbasis
proposal dan sebanyak 29,67 persen tidak pernah menerima sesuai nilai pencairan
yang ada di Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah," tegasnya.
Pada
2011, Indonesia Corruption Watch (ICW) telah melaporkan dugaan korupsi
penyaluran dana hibah dan bantuan sosial Prrovinsi Banten ke KPK yang sebesar
Rp34,9 miliar. Diduga sebesar 30 persen dana tersebut diselewengkan dari
seluruh dana hibah provinsi Banten dalam kurun waktu 2011 yang mencapai Rp391
miliar.
Selain
persoalan hukum, Ratu Atut juga tak lepas tudingan pembentukan dinasti kekuasan
keluarganya di provinsi Banten. Melalui garis ayahnya, almarhum Tb CHasan
Sochib, gurita dinasti keluarga Atut menancap seantero Banten.
Tb
Chasan Sochib melalui istri pertamanya Wasiah, memiliki anak Ratu Atut Chosiyah
(Gubernur Banten), Ratu Tatu Chasanah (Wakil Walikota Serang), dan Tb Chaeri
Wardana (pengusaha/Ketua AMPG Banten), yang juga suami Airin Rachmi Diany,
Walikota Tangerang Selatan.
Dari
jalur Ratu Atut, suaminya Hikmat Tomet menjadi anggota DPR RI dari Fraksi
Partai Golkar. Anak kandung Ratu Atut Andika Harzumi tercatat sebagai anggota
DPD RI yang akan maju menjadi caleg dari Partai Golkar dalam Pemilu 2014.
Adapun istri Andika (menantu Ratu Atut) tercatat sebagai anggota DPRD Kota
Serang.
Istri
Chasan lainnya yakni Ratu Rafia memiliki dua anak yang juga berkiprah di
lembaga publik yakni Tb Haerul Jaman sebagai Wakil Walikota Serang dan Ratu
Lilis Karyawati (Ketua DPD II Partai Golkar Kota Serang). Suami dari Ratu Lilis
ini, Aden Abdul Khaliq tercatat sebagai anggota DPRD Provinsi Banten.
Namun
tudingan membangun dinasti di Banten dibantah Atut. Dalam sebuah kesempatan ia
berdalih jabatan yang ia raih sebagai gubernur sebagai pencapaian kerja
kerasnya. Hal yang sama dilakukan oleh keluarganya dalam meraih jabatan.
“Contohnya
ibu, sebagai gubernur, pada 2006 ibu dipilih langsung secara demokratis oleh
rakyat, lho. Ibu rasa, itu juga yang dialami keluarga ibu yang lain yang
menjadi kepala daerah. Yang menjadikan keluarga ibu duduk di pemerintahan
adalah rakyat, bukan ibu apalagi abah. Iya nggak?” kata Atut dalam sebuah
kesempatan.
Akankah
KPK akan mengungkap Ratu Atut Incorporation? Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja
menyebutkan pihaknya akan mendalami informasi kepada pihak-pihak terkait peran
Atut. Pihaknya masih mendalami keterlibatan Atut. "Apakah ada keterkaitan
langsung, itulah yang sedang didalami," tegas Adnan
sebenarnya kasus
seperti ini sudah ada sejak zaman kepemimpinan sahabat nabi yaitu sahabat
ustman bin affan, beliau pun akirnya di
bunuh dengan orang yang tidak suka dengan kepemimpinan beliau
Miris memang
melihat sifat serakah pemimpin negara kita, apakah masih pntas mereka di sebut
pemimpin dan di jadikan panutan bagi penerus bangsa?
dalam hukum islam korupsi merupakan pencurian, orang yang mencuri, dalam islam tanganya di potong, jika indonesia menerapkan sistim negara islam mungkin tangan mereka sudah habis terpotong
bagaiman menurut anda jika negara kita ini menerapkan hukum islam?
tapi sayang negara kita negara yang demokratis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar